Peluang Usaha Jualan Kaos Dan Jaket Bemerk Makin Bagus

Peluang Usaha Jualan Kaos Dan Jaket Bemerk Makin Bagus

Pola usahanya adalah produk yang akan dijual, adalah hasil pemesanan di suatu produsen merchandise. Dalam hal ini, kita belum memproduksi sendiri. Keuntungan bisnis ini adalah kita tidak memerlukan biaya investasi yang tinggi. Kita hanya mempunyai desain yang menarik, kemudian masukkan ke produsen merchandise, setelah itu tinggal kita jual. Sehingga, kita hanya bermain-main di area pemasarannya saja.

Ok, coba saja buka mata teman-teman akan peluang usaha kaos. Caranya gampang, kita survey konveksi yang mempunyai harga kompetitif dan tentu saja kualitasnya baik. Selain itu, survey pula jenis ? jenis kainnya, minimum order, dan tentu saja potongan harga yang bisa kita dapatkan.

Setelah semua diketahui, kemudian peluang pesanan kaos dari mana yang dapat kita raih? Baiklah, kita perhatikan lingkungan sekitar, terutama lingkungan di sekolah. Peluang order di sekolah antara lain kaos kelas, kaos kepanitiaan kegiatan, kaos tim sepakbola dan tim futsal kelas, baik itu di sekolah sendiri atau sekolah-sekolah lain.

Senjata kita ada dua, yaitu perbanyak relasi dan leaflet/brosur warna. ReIasi merupakan senjata ampuh untuk wirausaha, terutama sebuah usaha yang mengandalkan pesanan. Termasuk pula usaha kaos. Semakin banyak kita mencari relasi, kawan, dan sahabat, serta sesering mungkin kita bilang bahwa kalau mau pesan kaos kelas dapat melalui kita, maka sedikit demi sedikit order akan bermunculan.

Poster dan leaflet warna juga sangat berperan dalam bisnis kaos ini. Leaflet yang disertai dengan model kaos serta harga yang kompetitif, bahkan di bawah harga pasar, maka akan membuat diri kita semakin dikenal. Untuk poster dapat ditempel di papan-papan pengumuman semua sekolah. Satu dua hari saja yang kita perlukan untuk menempel sudah cukup. Selanjutnya kita tinggal menunggu saja datangnya SMS atau telpon yang ingin mengorder.

Jika teman-teman mau pemasaran yang lebih luas lagi, poster dapat dipublikasikan sampai ke papan-papan pengumuman di kampus yang terdekat. Ya, semakin banyak poster yang ditempel berarti publikasinya semakin luas. Semakin luas wilayah publikasi, maka semakin besar pula peluang mendapatkan pesanan. Saya jadi teringat prinsipnya Pak Suyanto, direktur Amikom Yogyakarta bahwa jika dengan menyebar 1000 brosur ada 50 orang pendaftar, maka untuk mendapatkan 500 pendaftar diperlukan  brosur sebanyak 10.000 buah.

Teman-teman, karena bisnis tersebut hanya kita lakukan untuk menambah uang saku, bukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, kita jalani dengan enjoy aja. Tunggu order yang datang, jika deal baru dipesan, dengan menghubungi pihak konveksi yang telah  kita pilih. Selanjutnya kita tanyakan deadline pesanan tersebut, dan kita harus pastikan pada tanggal tersebut pesanan harus sudah jadi.

Dalam bisnis kaos, ketepatan waktu menjadi salah satu perhatian konsumen. Biasanya konsumen penasaran akan hasil akhir dari kaos yang dipesannya. Dan tugas kita juga memastikan kaos yang dibuat sesuai dengan pesanan. Semua kegiatan untuk usaha kaos tersebut juga dapat diaplikasikan untuk usaha jaket.

Yup, bisa jadi diawal-awal usaha akan banyak kendala yang dihadapi. Waktu bermain dan kumpul dengan teman-teman akan berkurang. Namun yakinlah. Semakin padat dan banyak kegiatan kita, maka kita akan terlatih untuk membagi waktu.

Dengan lebih banyak kegiatan, termasuk pola wirausaha, maka dapat lebih disiplin dan menghargai waktu. Ya, karena untuk jadi orang yang sukses kunci keberhasilannya adalah ‘disiplin’.

Kelak, jika telah mahir pada pemasaran, maka kamu dapat mengikuti jejak kesuksesan pak Marius “C59” Widyarto. Beliau adalah seorang yang telah sukses berbisnis dengan desain kreatif. Produknya kaos C59. Tulisan ini saya dapatkan dari Biografi Para Pebisnis. Semoga bisa menginspirasi teman-teman.

Teman-teman pernah mendengar nama kaus bermerk C59?

Penggagasnya adalah Marius Widyarto atau yang biasa dipanggil Mas Wiwied. Awal mula ide ini adalah ketika la melihat teman-temannya yang memamerkan kaos bergambar kota mancanegara oleh-oleh dari orang tuanya sepulang dari luar negeri.

Beliau kermudian tertantang untuk membuat sendiri kaos bergambar patung Liberty dan kota New York dan bilang bahwa pamannya juga baru datang dari luar negeri. Mulai sejak itulah ia semakin dikenal sebagai orang yang piawai membuat kaos, sampai-sampai, ketika ?a bekerja di sebuah perusahaan kontraktor, ia lebih sering didatangi orang untuk urusan pesanan kaos daripada untuk pekerjaannya.

Beliau memang sejak kecil menyukai pekerjaan prakarya-prakarya. la memulai usaha dari rumahnya yang berukuran 60m2 di Gang Caladi 59, yang akhirnya menjadi nama merk kaosnya. Modal awalnya adalah dari hasil penjualan kado pernikahannya dengan Maria Goreti Murniati.

Mental entrepreneur Wiwied banyak ditempa ketika ?a ikut seorang pengusaha keturunan di Bandung, yang memperlakukannya secara keras. Pada awalnya Wiwied menjalankan usahanya dari order kanan kiri, ia juga ikut mendesain, memilih bahan,memotong, menjahit, menyablon sampai finishing di samping juga mencari order. Usahanya meningkat ketika mendapatkan order dari Nichimen, perusahaan Jepang yang bergerak di bidang pestisida, kaos itu untuk dibagi-bagikan ke para petani.

Usahanya semakin terasa meningkat setelah mengikuti kegiatan Air Show 1986 di Jakarta yang diikuti pula oieh para peserta dari mancanegara. Wiwied kemudian juga merambah ke bisnis retail menjual sisa order yang tidak memenuhi syarat, dan ternyata diminati banyak orang. Setelah usahanya meningkat, pada tahun 1992, ia kemudian pindah ke JaIan Tikukur no.10 dan memborong rumah di sekitarnya yang kemudian ia jadikan kantor dan showroom produknya.

Selain itu ia juga membuka showroom di daerah lain, seperti Balikpapan, Bali, Yogya dan kota lainnya, sehingga kini ia memiliki sekitar 600 outlet di Indonesia dengan mempekerjakan sekitar 4000 karyawan. Di mancanegara, Wiwied memiliki 60 showroom yang tersebar di Slowakia, Polandia, dan Ceko bahkan kini ia juga sudah merambah jaringan Metro Dept. Store di Singapura.

Keberhasilannya menembus mancanegara bermula dari beberapa stafnya yang bersekolah di luar negeri yang biasanya membawa satu dua koper kaus C59 dan dijual pelan-pelan di sana, kemudian diadakan survey yang ternyata pasar di sana menguntungkan karena memiliki empat musim, sehingga tidak hanya bisa men jual t-shirt namun juga sweater atau jaket.

Filosofi bisnis Wiwied sendiri terinspirasi dari burung Caladi yang berasal dari bahasa Sunda yang berarti burung pelatuk. Wiwied mengartikan Caladi sebagai 5 citra dan 9 cita-cita, lima citra itu menggambarkan karakter sumber daya manusia yang dimiliki C59 yakni, cakap, cerdik, cermat, cepat, dan ceria. Sedangkan 9 cita-citanya adalah customer satisfaction, company profit, confident, working atmosphere, control, collaboration, clear mind, creativity, dan consultative.

Wiwied juga ingin seperti burung pelatuk Woody Woodpecker yang tidak mau kalah dari pesaingnya, dan bila kita perhatikan burung pelatuk selalu fokus ketika mematuk pohon, Wiwied pun ingin selalu fokus di bidang garmen.

Salah satu kunci sukses Wiwied juga terletak pada penggalian ide desain yang tidak pernah berakhir. Baginya riset desain sangatlah penting karena kekuatan produknya ada pada rancangan, apalagi industri t-shirt cepat berganti tren.

Karyawannya pun mendapat kesempatan jalan-jalan untuk mencari ide-ide segar, bahkan ia membiarkan karyawannya untuk tidak masuk asalkan ketika ia masuk ia sudah membawa ide bagus. Setiap desain yang akan dikeluarkan harus dipresentasikan lebih dulu, kemudian setelah terpilih, baru dilanjutkan dengan prosesi produksi, pemilihan bahan, teknik cetak, warna, dan sebagainya.

Wiwied juga terlihat sangat piawai membangun networking, ?a selalu berusaha membangun hubungan baik dengan supplier, support, customer, dan government. la sangat percaya bahwa relationship adalah kunci kesuksesan dari bisnis. Wiwied mengaku kalau dia merupakan biangnya koperasi, untuk itu ia juga mendirikan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya, omset koperasinya saat ini sekitar Rp 600 juta. la bangga karena telah dapat mewujudkan impiannya untuk membuka lapangan kerja bagi banyak orang.

Ya, itu tadi salah satu kisah sukses yang telah dicapai oleh seorang Pak Wiwied. Teman-teman juga bisa seperti itu. Khusus teman-teman remaja SMK yang mempunyai jurusan Tata Busana, tentu solo berpeluang besar untuk dapat mewujudkannya. Bermula dari yang kecil nanti selalu ada jalan untuk berkembang lebih besar dan lebih besar lagi.

Namun jika teman-teman ingin langsung membuka konveksi kaos dan jaket secara langsung juga bisa, simak simulasi perhitungan modal dan keuntungan yang bisa didapat.

Persiapan Usaha

  • Persiapkan perlengkapan konveksi. Ada dua mesin utama yang harus ada yaitu mesin jahit dan mesin obras.
  • Bila kamu tidak bisa jahit, maka cari orang yang bisa jahit dan jadikan ia karyawan kamu.
  • Sebar brosur untuk publikasi ke sekolah-sekolah atau ke perguruan tinggi.
  • Saat ada pesanan, usahakan selalu untuk membuat produk yang terbaik.

Author: tukanginternet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *