Menjadi Penulis Buku Bisa Membuat Anda Terkenal Layaknya Artis

Menjadi Penulis Buku Bisa Membuat Anda Terkenal Layaknya Artis

Profesi Menjadi penulis buku dapat dikatakan sebagai profesi yang sering dicari dan menjanjikan. Bayangkan, dalam sebuah pameran buku ada satu stand penerbit yang membuka lowongan sebagai penulis, bukan sebagai staf apalagi editor.

ltu berarti penerbit semakin berlomba-lomba untuk menerbitkan buku. Bisa jadi karena penerbit tersebut sedang gencar-gencarnya melakukan publikasi atau mungkin memang kita harus berbangga hati bahwa bangsa kita sepertinya sudah mengalami proses perbaikan dalam budaya baca.

Budaya membaca terus meningkat dari tahun ke tahun. Terbukti dari pengunjung pameran buku yang hadir di setiap kota di Indonesia membludak. Begitu juga dengan budaya menulis. Sudah banyak sekali orang yang membuat blog yang berkisah tentang kehidupan sehari-hari, ilmu dan kemampuan yang di milikinya, atau bahkan sekadar mencurahkan isi hati.

Peluang ini sebaiknya Anda lihat sebagai sebuah nilai yang sangat berharga. Karena dengan menulis sebuah buku, selain Anda mendapatkan uang royaltinya, Anda juga dapat berbagi kepada banyak orang tentang ilmu  yang Anda kuasai secara efektif. Sudah menguntungkan, bermanfaat bagi orang lain lagi. Menarik, kan? Hanya tinggal duduk manis di depan komputer beberapa jam dalam sehari sembari mengasuh si kecil, tanpa sadar Anda telah menyelesaikan naskah buku.

Target Pasar

Tergantung dari buku yang Anda tulis. Apakah Anda akan menulis tentang cerita anak, pergaulan remaja, atau bahkan tema tentang keluarga. Semua tema nantinya akan berbeda pula segmen pasarnya. Namun, ada baiknya Anda menulis sesuatu yang berhubungan dengan diri Anda. Sesuatu yang dekat dengan Anda dialami sehari-hari. Misalnya tentang tema keluarga, rumah tangga, anak-anak, atau mungkin sebuah pengalaman menyenangkan seperti jalan-jalan ke luar negeri dengan budget terbatas.

Namun, yang terpenting Anda harus sering dan senang untuk membaca dan berjalan-jalan ke toko buku agar Anda  tahu  buku apa yang sedang laris di pasaran sehingga proses penulisan buku menjadi lebih mudah dan lancar.

Tips Memulai Usaha

Untuk Menjadi penulis buku anda harus Siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti bolpoint, kertas, komputer atau laptop. Mengapa kertas dan bolpoint diperlukan padahal sudah ada laptop? Seorang pakar nnengatakan bahwa ketika ia mencorat-coret sebuah ide dengan pena dan kertas, idenya akan keluar dengan derasnya.

Berbeda kalau mengawali menulis menggunakan komputer, seakan ada jarak yang sangat jauh yang memisahkan dirinya dengan ide yang berada di dalann kepalanya. Pakar tersebut merasa sangat dibatasi oleh teknologi tersebut. Bolpoint dan kertas adalah alat yang jitu untuk membuat sebuah mind-mapping.

Menulis adalah pekerjaan yang memerlukan jam terbang, seperti menyanyi ataupun bermain musik. Bayangkan royalti di dalam benak Anda, Anda pasti akan terus berjuang agar buku Anda segera selesai dan diterbitkan dalam jumlah banyak. Beberapa penerbit tertentu berani untuk menerbitkan buku dalam jumlah yang lebih banyak misalnya 5.000 atau bahkan 10.000 eksemplar.

Cari penerbit yang visi misinya sesuai dengan naskah yang ingin Anda terbitkan. Anda dapat mencari data-data alamat penerbit di Indonesia lewat internet.

Persiapkan outline naskah Anda. Untuk tahap awal, Anda bisa mendatangi penerbit tersebut sekadar untuk konsultasi mengenai naskah yang akan Anda buat.

Setelah naskah Anda selesai, ajukan ke penerbit melalui e-mail atau naskah yang sudah dicetak melalui pos. Jangan lupa untuk mencantumkan sinopsis, biodata Anda, dan garis besar dari tulisan Anda. Kalau tulisan yang Anda buat adalah non-fiksi, Anda harus membuat sebuah proposal naskah yang mencatumkan latar belakang, target pasar, dan keunggulan naskah Anda dibandingkan naskah-naskah non-fiksi lainnya.

Tunggu respon dari penerbit. Kalau Anda tidak dikontak dalam jangka waktu dua bulan, Andalah yang harus mengontak mereka, apakah naskah Anda masih di tangan mereka, sudah hilang, atau memerlukan revisi agar kualitasnya lebih baik.

Sistem Pembayaran yang Dilakukan Penerbit

Dalam menerbitkan sebuah buku, penerbit memberikan dua opsi kepada penulis. Apakah penulis itu ingin dibayar secara royalti atau dibayar putus maksudnya naskahnya dibeli oleh penerbit dengan harga tertentu. Pola pembayaran ini sebenarnya bergantung pada naskah yang ditawarkan. Perbedaan antara sistem royalti dan beli putus adalah sebagai berikut.

Royalti  Beli Putus

  • Pembayaran menggunakan sistem persentasi. Misalnya, hargajual satu buah buku adalah Rp. 35.000 dan buku dicetak sebanyak 3.000 eksemplar. Anda mendapatkan 10% dari harga jual buku tersebut. Maka honor yang akan Anda dapatkan adalah Rp. 3.500 untuk setiap bukunya. Pembayaran dilakukan setelah 3 bulan pertama. a. Pembayaran menggunakan system tunai dan dibayarkan di awal transaksi ketika naskah Anda sudah siap cetak. Ibaratnya naskah Anda dibeli oleh penerbit dengan harga yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Besar kecilnya naskah tergantung pada tingkat kerumitan dan kualitas tulisan yang anda hasilkan.
  • Ada system kontrak yang mengikat dalam hitungan tahun. Untuk penerbit besar yang sudah punya nama, anda akan mendaptkan kontrak minimal 5 tahun. Uang mengalir langsung ke rekening Anda dengan sendirinya walaupun pembayaran biasanya dilakukan dalam kurun waktu triwulan b.      Jika buka anda laris di pasaran Anda tidak akan mendaptkan honor tambahan. Buku-buku yang diterbitkan dengan system ini biasanya bertema ringan. Jika buku anda tidak laris, Anda tidak harus menanggung beban psikologis kepada penerbit karena naskah Anda tidak laris.
  • Penerbit menerima naskah Anda utuh. Ide dan orisinilitasnya pasti akan terjaga dan Anda mendapatkan royalty tiap bulannya. Hanya saja, Anda harus leih giat lagi dalam menulis dan biasanya prosesnya akan memakan waktu yang cukup lama c.       Editor turut membantu dalam perencanaan naskah. Terlebih kalau ada bagian yang kurang pas, editor akan memberitahukan si penulis untuk melakukan revisi. Prosesnya cepat karena dikawal oleh dua orang, si penulis dan editor

Hambatan dan Cara Mengatasinya

Mood adalah tantangan terbesar bagi para penulis. Ide tiba-tiba hilang begitu saja dan malas untuk melanjutkan pekerjaan menulisnya. Kalau sudah begini, Anda sebaiknya melakukan pelemasan otot dan pikiran. Bercanda bersama anak dan suami adalah cara yang termudah untuk menghilangkan stres.

Selain itu, ada faktor luar yaitu naskah yang terlalu lama berada di penerbit. Hal ini cukup nnengganggu karena nasib Anda seperti digantung. Bisa saja itu terjadi karena banyak  naskah yang antri untuk diterbitkan sehingga memerlukan waktu untuk memproses buku Anda. Atau naskah Anda memerlukan revisi, sehingga penerbit masih menahan karya Anda dan belum sempat menghubungi Anda. Untuk itu, Anda harus mengontak penerbit dan menanyakan kepastian naskah Anda.

Kunci Sukses

Semakin sering Anda menulis, semakin terlatih pula Anda dalam membuat tulisan. Jangan lupa untuk mennberitahu hasil tulisan Anda kepada orang yang paling dekat dengan Anda yaitu suanni, untuk mendapat masukan.

Menulis di blog adalah salah satu sarana untuk melatih ketajaman Anda dalam menulis. Teman-teman yang Anda temui di dunia maya adalah pembaca setia Anda. Apalagi kalau ada komentar-komentar dan masukan dari teman dapat Anda jadikan bahan pelajaran yang berharga. Di tahap ini, Anda sudah melakukan survey pasar dan proses pre-editing. Kalau mendapat respon yang baik, ada baiknya Anda mulai membukukannya dan mulai mengirimkannya ke penerbit.

Strategi Pemasaran

Penerbit akan memasarkan buku Anda. Mereka memiliki jalur dan perusahaan distributor khusus yang akan memasarkan buku-buku ke seluruh Indonesia. Anda tinggal mempromosikan buku tersebut ke jaringan Anda.

Anda bisa melakukan promosi melalui media internet melalui situs jejaring sosial. Anda pun dapat memberikan sinopsis buku Anda sekaligus harga jual buku Anda.

Anda juga bisa menerbitkannya sendiri. Untuk itu, Anda harus memiliki modal minimal Rp 7.000.000 untuk menerbitkan sebuah buku dengan jumlah 3.500 eksemplar. Kontak distributor buku yang cukup besar yang alamatnya tertera pada halaman Katalog Dalam Terbitan. Negosiasikan pembagian keuntungan misalnya 45:55. Besaran nominal ini tergantung teknik lobi yang Anda miliki dan tentunya kualitas buku yang Anda tulis. Sukses Menjadi penulis buku untuk anda.

Author: tukanginternet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *